kabar kekinian

Liputan Berita Terbaru

Agen Bola Piala Dunia Terpercaya Agen Bola Piala Dunia Agen Bola Terpercaya Agen Judi Bola Terpercaya Agen Bola Poker Terpercaya0 Agen Bola Terbaik Agen Togel Terpercaya Agen Togel Online Terbaik Bandar Togel Online Agen Poker Terbaik Agen Poker Online Terpercaya Agen Poker Terpercaya

Mantan Ketua DPR Terjerat 15 Tahun Penjara

Kabarkekinian – Mantan Ketua Umum DPR RI dihadapkan dengan hukuman sebesar 15 tahun penjara yang diberikan oleh Kejaksaan Umum di Pengadilan tipikor. Jerat kasus yang dikenakan pada Setya Novanto sudah dibuktikan melalui kasus korupsi proyek e-ktp tahun anggaran 2011-2013. Penantian panjang warga Indonesia terhadap ‘papa’ kini berakhir sudah. Jeratan hukum yang diterima oleh Mantan Ketua Umum DPR RI tersebut memang bukanlah tetap karena bisa mendapat remisi atau jaminan. Akan tetapi KPK selaku organisasi yang membidangi kasus korupsi Indonesia yang terlalu merajalela akhirnya mendapatkan ikan yang besar untuk mengungkap kasus lainnya. Seperti halnya mantan kader partai Demokrat, Nazarudin yang kerap membeberkan nama-nama yang ada kaitannya dengan tingkat korupsi pemerintahan yang terlalu akut di Indonesia.

Novanto dapat dibuktikan lakukan korupsi project e-KTP th. biaya 2011-2013. ” Gagasannya tidak jadi banding, bila KPK tidak banding. Bila KPK banding, kami juga banding, ” kata pengacara Novanto, Maqdir Ismail, waktu di konfirmasi di Jakarta, Senin (30/4/2018), seperti diambil Pada. Menurut Maqdir, argumen tidak memajukan banding bukanlah karna takut diperberat oleh hakim pada tingkat yang lebih tinggi. ” Tak ada hubungan dengan itu (takut diperberat). Ini murni karna keinginan Pak Setya Novanto, ” tutur Maqdir. Maqdir mengungkapkan sebagian argumen kenapa bekas Ketua DPR itu tidak memajukan usaha hukum kelanjutan. Pertama, menurut Maqdir, Novanto memperoleh info kalau jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memajukan banding. Ke-2, menurut Maqdir, Novanto telah terasa capek dengan sistem hukum yang dihadapi pada pengadilan tingkat pertama. Argumen yang lain, menurut Maqdir, Novanto menginginkan merenung serta berfikir sepenuh perhatian atas masalah yang dihadapinya. ” Beliau terasa menginginkan berkontemplasi saja, ” kata Maqdir.

KPK terlebih dulu terima putusan majelis hakim. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkap, putusan itu sudah penuhi keinginan KPK. Jaksa KPK terlebih dulu menuntut pidana 16 th. penjara. ” KPK terima putusan itu, akan tidak lakukan banding. Karna kita berasumsi telah lebih dari dua per tiga serta semuanya yang didugakan atau yang dimasukkan dalam dakwaan juga diadopsi nyaris semuanya oleh majelis hakim, ” kata Laode di gedung KPK, Jakarta, Senin (30/4/2018). Hingga, kata Laode, tak ada argumen yang dapat dipakai oleh KPK untuk lakukan banding. Disamping itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan, ketentuan KPK tidak kemukakan banding supaya dapat konsentrasi pada step pengembangan masalah e-KTP. KPK selalu menyimak sebagian kenyataan di lapangan serta lakukan pengembangan perkara ini untuk mencari aktor beda. ” Karna kami mengira ada pihak-pihak beda, baik bidang politik, swasta, kementerian, birokrasi, dalam project KTP elektronik yang disangka merugikan negara Rp 2, 3 triliun, ” tuturnya.

KPK juga memahami kenyataan beda berkaitan ada atau tidaknya pengembangan ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurut majelis hakim, Novanto dapat dibuktikan lakukan korupsi project e-KTP th. biaya 2011-2013. Novanto divonis 15 th. penjara serta membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bln. kurungan. Ia juga diharuskan membayar uang pengganti 7, 3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang sudah dititipkan pada penyidik. Bila memakai kurs rupiah th. 2010, totalnya sekitaran Rp 66 miliar. Jika tidak dibayar sesudah berkekuatan hukum tetaplah, harta bendanya juga akan diambil alih atau dilelang. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana penambahan, yaitu mencabut hak politik Novanto sepanjang lima th. sesudah usai melakukan masa pidana. Majelis hakim setuju dengan jaksa KPK tentang penolakan permintaan juicetice collaborator yang diserahkan terdakwa Setya Novanto. Novanto dipandang belum juga penuhi prasyarat jadi juicetice collaborator.

 

The Author

wartawan

© 2017 Frontier Theme