kabar kekinian

Liputan Berita Terbaru

Agen Bola Piala Dunia Terpercaya Agen Bola Piala Dunia Agen Bola Terpercaya Agen Judi Bola Terpercaya Agen Bola Poker Terpercaya0 Agen Bola Terbaik Agen Togel Online Terpercaya Agen Togel Terpercaya Agen Togel Online Terbaik Bandar Togel Online Agen Poker Terbaik Agen Poker Online Terpercaya Agen Poker Terpercaya

Komentar Fadli Zon atas Capres-cawapres Dua Periode

Komentar Fadli Zon atas Capres-cawapres Dua Periode – Dengan mendekatnya kita kepada tahun politik ini, mulai bermunculan usulan-usulan untuk capres dan cawapres mendatang. Nama-nama tenar seperti Joko Widodo dan Prabowo Subianto menghiasi media-media sebagai calon presiden pilihan masyarakat. Di samping itu yang menjadi perhatian banyak pihak adalah calon wakil presiden masing-masing capres. Satu opini yang menjadi sorotan banyak pihak adalah wacana untuk memasangkang kembali wakil presiden saatini, Jusuf Kalla menjadi calon wakil presiden Joko Widodo di Pemilu Presiden tahun mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan, uji materi pada kriteria pencalonan presiden serta wapres pada Undang-undang Nomor 7 Th. 2017 mengenai Pemilu tidak bisa bertentangan dengan Undang-Undang Basic 1945. Hal tersebut di sampaikan Fadli menyikapi masuknya uji materi oleh sekumpulan orang yang mengakui jadi pengagum Jusuf Kalla supaya Wakil Presiden ini dapat kembali mengikuti Presiden Joko Widodo. ” Itu saya menyebutkan kita tidak bisa bertentangan dengan undang-undang, apa sekali lagi dengan konstitusi, ” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/2018). Ia menyebutkan, semangat pembatasan dua periode jabatan presiden serta wapres telah terang hingga tidak butuh diperdebatkan.

Kabar Kekinian – Menurut Fadli Zon, pembatasan jabatan presiden serta wapres disetujui supaya seorang tidak menjabat dengan terus-terusan hingga punya potensi menimbulkan kediktatoran. Pembatasan itu, lanjut Fadli, juga berperan jadi pergantian kepemimpinan nasional supaya Indonesia tidak kekurangan stock pemimpin. Lagipula, papar Fadli, Kalla telah menyebutkan menginginkan beristirahat. Ia menilainya Kalla lebih pas jadi king maker pada Pilpres 2019. ” Saya sendiri dengar segera di media serta wawancara, Pak JK (Jusuf Kalla) itu menyebutkan tidak ingin. Jadi juga akan mengurusi cucu, bahasanya. Saya sangka Pak JK ini lebih pas jadi king maker ya karna beliau sendiri yang menyebutkan itu, ” papar Fadli, tuntutan dilayangkan oleh pemohon yang datang dari Muhammad Hafidz,

Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa, serta Perkumpulan Rakyat Proletar. Beberapa pemohon inginkan ke-2 etika dalam UU Pemilu, yang mengatur prasyarat pencalonan Presiden serta Wakil Presiden sepanjang 2 x masa jabatan dalam jabatan yang sama, ditafsirkan tidak berturut-turut. Sebab, dengan ketentuan itu, jadi Wakil Presiden Juiceuf Kalla tidak dapat masuk sekali lagi pada Pilpres 2019 jadi cawapres. Pasal 16 huruf serta huruf 227 huruf I UU Pemilu memberi prasyarat untuk presiden serta wapres, yakni : belum juga sempat menjabat jadi presiden atau wapres sepanjang 2 x masa jabatan yang sama, serta surat pemberitahuan belum juga sempat jadi presiden serta wapres sepanjang 2 x masa jabatan yang sama. Diluar itu, Pasal 7 Undang-Undang Basic 1945 mengatur kalau ” Presiden serta Wakil Presiden memegang jabatan sepanjang lima th., serta selanjutnya bisa diambil kembali dalam jabatan yang sama, cuma untuk 1x masa jabatan “.

Berita Politik – Beberapa pemohon terasa dirugikan dengan konstitusi apabila Juiceuf Kalla tidak dapat maju sekali lagi mengikuti Jokowi dalam Pilpres 2019. Sebab sampai kini duet Jokowi-JK dinilai mempunyai prinsip riil dalam penciptaan lapangan kerja.

The Author

wartawan

© 2017 Frontier Theme